Blog Pemilihan Presiden RI 2009-2014

Blog Pemilihan Presiden RI 2009-2014

Forum Diskusi Pemilihan Presiden RI 2009-2104 - Discussion Forum on Presidential Election

Blog Pemilihan Presiden RI 2009-2014 RSS Feed
 
 
 
 

KPU agar terbuka terhadap permasalahan DPT

Sabtu, 4 Juli 2009 | 04:50 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum diminta terbuka dan tidak mengambil tindakan minimalis berdasarkan undang-undang semata dalam menanggapi keraguan sejumlah pihak terhadap daftar pemilih tetap pemilu presiden. KPU harus segera membuka DPT pemilu presiden kepada publik dan pihak terkait lainnya.

Hal itu diungkapkan mantan Wakil Ketua KPU Ramlan Surbakti, Jumat (3/7). Waktu empat hari yang tersisa menjelang pemungutan suara 8 Juli nanti praktis tak ada yang dapat dilakukan KPU kecuali membuka daftar pemilih tetap (DPT) pilpres yang dipersoalkan kepada publik secara luas.

Pengalaman tim pendukung capres-cawapres Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto, Badan/Panitia Pengawas Pemilu, hingga sejumlah lembaga pemantau menunjukkan mereka umumnya masih kesulitan mendapatkan DPT berbasis kabupaten/kota. Dari sebagian kecil DPT per kabupaten/kota yang diperoleh pun ditemukan banyak kejanggalan, seperti banyaknya pemilih ganda dan satu tempat pemungutan suara (TPS) berisi pemilih laki-laki semua.

”Dengan membuka DPT pilpres kepada publik, penyelenggara pemilu dapat membersihkan DPT dari pemilih fiktif dan mencegah data mereka digunakan pihak lain,” kata Ramlan.

Ramlan menyayangkan sikap KPU yang enggan memberikan DPT kepada tim pendukung capres-cawapres dengan alasan tidak ada ketentuan itu dalam UU.

”Itu artinya KPU minimalis. Jika tindakan KPU lebih maju (dari UU), itu tidak menyalahi UU, bahkan lebih baik,” katanya.

Secara terpisah, Sekretaris Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat Masykurudin Hafidz mengungkapkan, upaya menuntut keterbukaan dan perbaikan DPT guna mengakomodasi hak konstitusi semua warga harus diimbangi kampanye masif agar warga yang terdaftar dalam DPT menggunakan hak pilihnya. ”Tak ada artinya perbaikan DPT jika kemudian yang telah memiliki hak tidak menggunakannya pada hari pemungutan suara,” ujarnya.

Penundaan pemilu

Pasangan capres dan cawapres M Jusuf Kalla dan Wiranto menganggap masalah DPT mengkhawatirkan. Mereka pesimistis persoalan DPT bisa diselesaikan KPU.

Menurut Wakil Koordinator Tim Pencitraan JK-Wiranto, Indra J Piliang, pasangan JK-Wiranto akan menyampaikan sikap dalam satu-dua hari mendatang.

”Kami memang sempat terpikir untuk mengajukan penundaan (pilpres), tetapi biarlah itu rakyat yang menentukan. Bisa saja, kalau memang tidak mampu diselesaikan, kami bersikap pasif dan tidak mau menandatangani apa pun hasil perhitungan suara,” ujar Indra.

Menurut Indra, masalah yang dikhawatirkan adalah soal TPS fiktif seperti di Papua seperti dalam pemilu legislatif lalu.

”Dengan pengurangan TPS, jumlah pemilih dalam satu TPS akan lebih banyak dan itu akan mengurangi masing-masing pemilih mengenal para pemilih lain. Akibatnya, seperti di Papua, TPS di tengah hutan, petugas sendiri dan surat suaranya juga ditusuk sendiri,” ujar Indra. Belum lagi adanya sosialisasi pilpres ke rumah dengan pola mencontreng tanda gambar tertentu.

Di Kebumen, Jawa Tengah, Wiranto juga mendesak KPU agar segera membenahi masalah DPT. Tim kampanyenya sudah mengajukan surat permintaan klarifikasi kepada KPU soal DPT.

”Jika sampai H-2 DPT tidak beres, kami akan minta penundaan pilpres,” ujarnya.

Tim Kampanye Nasional Megawati-Prabowo juga mendesak KPU segera membuka DPT hingga menjangkau tingkat rukun tetangga (RT).

”Jika KPU tidak merespons desakan ini, kami akan menempuh gerakan rakyat hingga ke tingkat kabupaten/kota agar DPT bukan menjadi dokumen rahasia, melainkan dibuka kepada publik sebelum pemilihan,” ujar Sekretaris II Tim Kampanye Nasional Megawati-Prabowo, Hasto Kristiyanto

Dalam kaitan DPT, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menginstruksikan kepada semua kepala daerah untuk membantu KPU dan KPUD menyiapkan DPT.

”KPU dan KPUD dibantu agar DPT dapat benar-benar siap, akurat, tidak terjadi permasalahan seperti yang terjadi pada waktu yang lalu,” ujar Presiden di kediaman Puri Cikeas Indah, Bogor.

Secara terpisah, Ketua DPR Agung Laksono mengingatkan komplikasi masalah jika pelaksanaan Pilpres 2009 sampai tertunda akibat permasalahan DPT. Komplikasi politik bisa terjadi karena penundaan itu pasti memengaruhi agenda politik lainnya. ”Kalau tidak punya dasar yang kuat, lebih baik jangan ditunda,” kata Agung.

Mantan Ketua Panitia Khusus RUU Pemilu Ferry Mursyidan Baldan meminta KPU memberikan penjelasan kepada publik tentang DPT pilpres. Yang mesti dijelaskan adalah soal upaya perbaikan yang dilakukan sejak DPT pemilu legislatif menjadi daftar pemilih sementara pemilu presiden dan kemudian DPT pemilu presiden. Mesti ada penjelasan soal dugaan pemilih fiktif dan tak terdaftarnya sejumlah warga yang punya hak pilih.

Dari sejumlah daerah dilaporkan, masalah DPT belum tuntas. Di Cirebon, Jawa Barat, pihak RT-RW ternyata tidak dilibatkan dalam pengumuman DPT.

Di Bandung, sejumlah kelurahan belum menempelkan DPT. Demikian juga di Kuningan, DPT belum dipasang Panitia Pemungutan Suara di tingkat desa/kelurahan. Kejadian serupa terjadi di Surabaya. Masyarakat kesulitan mengecek apakah namanya sudah tercatat dalam DPT.

Wiranto Janji Hapuskan Sistem Kontrak Tenaga Kerja “Outsourcing”

Cawapres Wiranto

Cawapres Wiranto

BANYUMAS, KOMPAS.com — Calon wakil presiden dari Partai Golkar dan Partai Hati Nurani Rakyat, Wiranto, berjanji akan menghapuskan sistem outsourcing dalam ketenagakerjaan di Indonesia. Sistem tersebut hanya menguntungkan perusahaan dan merugikan kaum buruh.

Tekad saya adalah menghapuskan outsourcing. Ini keberpihakan kami dengan masyarakat kecil,” ujar Wiranto dalam kampanye dialogis di Hotel Astro, Banyumas, Jumat (3/7).

Masalah ketenagakerjaan, lanjut Wiranto, menjadi salah satu fokus utamanya bersama calon presiden Jusuf Kalla. Selain masalah outsourcing, pembenahan di bidang ini adalah pada penyediaan lapangan kerja yang semakin luas.

Banyak potensi sumber daya manusia di Indonesia ini yang terbuang percuma karena tak mempunyai kesempatan. Mereka harus diberdayakan, ucapnya, di hadapan ratusan kader dan simpatisan Partai Hanura dan Golkar.

Di samping sektor ketenagakerjaan, pasangan JK-Wiranto juga akan fokus pada masalah pertanian. Menurut Wiranto, sektor pertanian sejauh ini belum digarap sungguh-sungguh oleh pemerintah. Keberpihakan pemerintah kepada petani juga masih minim. Dia mencontohkan, sampai sekarang harga pupuk masih relatif mahal. Selain itu, sering terjadi kelangkaan saat petani membutuhkan pada masa pemupukan.

Dia berjanji, bila terpilih bersama JK, akan membenahi produksi dan distribusi pupuk. Untuk produksi, masalah ketersediaan gas yang minim untuk industri pupuk akan diatasi dengan lebih mengutamakan penyediaan gas bagi kebutuhan dalam negeri.

Kita memiliki cadangan gas yang besar, semestinya kelangkaan gas tak menjadi persoalan bagi industri pupuk. Karena itu, bila saya terpilih, gas kita harus digunakan untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri sebelum diekspor, tandas mantan Panglima TNI ini.

Massa yang hadir dalam kampanye bukan hanya dari Banyumas, tetapi juga sejumlah wilayah di sekitarnya, seperti Purbalingga, Banjarnegara, dan Cilacap. Sebagian besar datang ke lokasi dengan mengendarai sepeda motor.

Febry Hendri - Peneliti ICW: Hentikan BLT!

JAKARTA, KOMPAS.com — Program bantuan langsung tunai (BLT) awalnya dicanangkan untuk meringankan beban masyarakat miskin. Namun, pada praktiknya, penyaluran dana BLT banyak disalahgunakan dan justru membawa kerugian pada masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, Indonesia Corruption Watch menyarankan kepada pemerintah untuk mencabut program BLT.

Pembagian dana BLT bagi Rakyat Miskin

Pembagian dana BLT bagi Rakyat Miskin

“Banyak pungutan liar yang dilakukan oleh oknum-oknum pemda, dana yang diberikan pemerintah pusat juga banyak yang bocor,” ungkap Febry Hendri, Peneliti ICW, divisi Monitoring Pelayan Publik seusai Media Briefing, di Kantor ICW, Jakarta, Senin (29/6).

Selain itu, BLT dianggap merusak modal sosial masyarakat miskin. Kemandirian masyarakat jauh menurun, mereka mulai tergantung pada dana BLT dan malas untuk bekerja. Kepercayaan di antara masyarakat semakin menurun, seiring munculnya saling curiga di antara mereka yang mendapatkan dan tidak mendapatkan BLT. Tak hanya itu, solidaritas masyarakat juga menurun karena kompetisi mendapatkan BLT. “Empati di antara masyarakat setelah mendapatkan BLT semakin menurun dengan perbedaan pendapat yang semakin meruncing,” ungkapnya.

Tak hanya itu, lanjut dia, BLT juga telah terbukti memakan korban jiwa. Banyak warga meninggal karena berdesakan saat mengantre BLT. Ditemukan juga seorang warga di Muara Bungo, Jambi, yang tewas ditikam sesama warga karena merasa iri tidak mendapat BLT. “Memang yang membunuh bukan BLT, tapi mereka meninggal karena ada hubungannya dengan BLT,” ujarnya.

Dengan banyaknya kasus tersebut, Febry menyarankan agar pemerintah mengalokasikan dana BLT pada pos kesehatan dan pendidikan. “Kalau dana kesehatan dilebihkan, maka penduduk akan semakin produktif dan itu berpengaruh baik bagi negara. Selain itu, kalau dana pendidikan juga ditambah, maka generasi penerus bangsa akan cerdas. Itu merupakan investasi bagi bangsa,” terangnya. Inilah potret kemiskinan Rakyat Indonesia yang telah merdeka selama 64-tahun namun belum juga mampu mencapai cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945:  Indonesia yang aman, makmur, adil dan sejahtera, gemah ripah loh jinawi.

Ismet Hasan Putro: Tolak Pilpres “SATU PUTARAN”

Ismet Hasan Putro

Ismet Hasan Putro

Ismet Hasan Putro, Koordinator Nasional Solidaritas Masyarakat Peduli Demokrasi (SMPD) menyatakan ketidak-setujuannya atas kampanye Pilpres Satu Putaran, sebab hal ini hanya akan merusak nilai-nilai demokrasi dan mengecoh akal sehat. Selain itu ia juga menyatakan bahwa Survai-survai yang dilakukan oleh berbagai Lembaga Survey seharusnya tidak diperuntukkan untuk mendikte Rakyat untuk memilih pasangan Capres/Cawapres tertentu saja.

Seperti kita ketahui, kalangan pendukung Capres-Cawapres SBY-Boediono mentargetkan pasangan itu memenangkan Pilpres 8 Juli mendatang dalam satu putaran saja, sebab memperoleh suara mayoritas diatas 50%. Dukungan yang paling gencar dilakukan oleh Lembaga Studi Demokrasi (LSD) pimpinan Denny Januar Ali, yang bahkan mengiklankan pilpres satu putaran di sejumlah media massa cetak dan elektronik. Denny dikenal juga sebagai Direktur Eksekutif Lingkaran Survey Indonesia (LSI).

Ketua Dewan Pertimbangan PDIP Taufik Kiemas pada saat menghadiri Kongres Jaringan Aktivis Pekerja/Buruh Indonesia di Bekasi, Jawa Barat, menyatakan bahwa kubu Mega-Prabowo menandatangani Kontrak Politik untuk memperjuangkan nasib buruh agar lebih baik, termasukmelalui kebijakan dan undang-undang, bilamana nantinya terpilih sebagai Presiden/Wakil Presiden.

Beberapa diantara butir-butir kespakatan, adalah komitmen untuk menghapus sistem tenaga kerja kontrak, mereformasi sistem pengupahan, serta mengubah Undang-undang tentang Jamsostek. Ternyata baru kubu Mega-Prabowolah yang berani menandatangani Kontrak Politik untuk memperbaiki nasib buruh.

Semoga informasi ini bermanfaat bagi para Pemilih.

Debat Capres ke-2: Makin ada interaksi dan persaingan

Debat antar Capres tahap ke-dua hari Kamis malam di Studio Metro TV tanggal 25 Juni 2009 mulai terlihat sedikit seru dangan adanya interaksi langsung dan saling sindir dalam batas-batas yang wajar. Secara umum perdebatan yang bertema “Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran” yang dipandu oleh ekonom Avilani berlangsung lebih baik dari pada Debat Capres sebelumnya. Jusuf Kalla sekali-kali keluar dari podium sedangkan SBY dan Megawati tetap bertahan di podium masing-masing.

Mulai terlihat adanya saling melempar pertanyaan dan “menyerang”. JK menyentil iklan SBY yang diambil dari lagu iklan Indomie, dengan mengatakan bahwa anjuran SBY memakan Indomie akan berdampak meningkatnya impor gandum yang menghabiskan Devisa nasional. SBY langsung menjawab bahwa Indomie yang dimakan pak JK terbuat dari gandum impor, tetapi Indomie yang dimakan SBY terbuat dari bahan lokal seperti singkong, sagu, sukun dan lainnya. JK juga menyentil kalau proses penjaminan untuk proyek listrik dan negosiasi harga gas Tangguh yang lambat, walau sudah ada Tim yang dibentuk dengan Keppres. Ia juga menyatakan bahwa konsep BLT adalah idee yang diusulkannya.

Megawati menyampaikan visi dan misi tentang pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran dengan menekankan pentingnya semangat gotong-royong dan perhatian lebih tentang keberadaan Indonesia selaku negara kepulauan yang kaya akan kekayaan sumber daya alam laut.

SBY mengingatkan bahwa pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran merupakan proses yang berlanjut dari upaya-upaya yang telah mulai dilaksanakan pada Pemerintahan yang dipimpinnya saat ini. Ia juga membandingkan dengan Cina dan India, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, tetap tidak dapat menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran secara drastis. Pendekatan yang dilakukannya adalah dengan mendorong pertumbuhan ekonomi dan intervensi Pemerintah untuk membantu rakyat miskin.

JK memfokuskan misi pengentasan kemiskinan dengan mendorong sektor pertanian dan perniagaan, karena kedua sektor ini menyerap 60 persen tenaga kerja Indonesia saat ini. Memberikan ikan dan pancing belumlah cukup. Sekarang bangsa ini harus mampu membuat pancing dan perahunya. Tumbuh dengan kemampuan sendiri dan bukan dengan mengirim TKI ke luar negeri yang banyak masalahnya.

JK berulang-kali mengritik kebijakan ekonomi SBY dan Cawapresnya Boediono. Hal ini ditanggapi oleh SBY dengan memberikan klarifikasi. Pada kesempatan lain JK juga mengritik Megawati tentang penetapan harga jual gas Tangguh yang amat rendah. Namun sekarang sudah dinegosiasikan kembali, tetapi Tim bentukan pak SBY jalannya lambat sekali. JK juga mengkritik soal imbal hasil obligasi syariah yang “Yield-nya” sebesar 11 persen dianggap terlalu tinggi.

Menurut pendapat Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Benny Soetrisno, walaupun pak SBY menyampaikan pemikirannya secara sistematis dan komprehensif, namun baginya belum jelas bagaimana merealisasikannya dalam praktek. Menurutnya SBY dan Megawati belum menawarkan langkah terobosan dalam penciptaan lapangan kerja, sebab masih dalam taraf pemikiran filosifis. Sementara itu JK menawarkan langkah yang lebih praktis dengan mengusulkan perubahan UU Tenaga Kerja yang mengakomodasi kepentingan pengusaha maupun para pekerja. JK juga mengusulkan agar Indonesia menghentikan ekspor gas selama kebutuhan dalam negeri belum terpenuhi, serta penurunan suku bunga Kredit oleh Bank Indonesia.

Berikut ini adalah tanggapan para Capres tentang 4 topik bahasan yang diajukan sebagai berikut:

1. Tentang Subsidi BBM:

Megawati: Subsidi agar tetap dipertahankan

SBY: Subsidi dipertahnkan sebatas untuk membantu rakyat yang masih memerlukan, dan kurangi subsidi yang tidak tepat sasaran.

JK: Subsidi dipertahankan dan obyek subsidi dikurangi.

2. Strategi dalam menghadapi Defisit Anggran:

Megawati: Meningkatkan Kemandirian Ekonomi, Berhenti berhutang dan Meningkatkan Devisa melalui intensifikasi pertanian dan usaha kelautan.

SBY: Optimasi belanja negara, Tidak menjual Asset Negara, dan Meningkatkan Pendapatan dari Pajak dan Migas.

JK: Pengurangan/penghematan belanja Negara, Mengutamakan hutang dalam negeri (lewat BUMN).

3. Tentang Ketenaga-kerjaan:

Megawati: Revisi UU Tenaga Kerja, dan Dialog Tripartit (pengusaha, buruh dan pemerintah).

SBY: Tidak perlu tergesa-gesa merevisi UU Tenaga Kerja, dan meningkatkan dialog Tripartit.

JK: Revisi UU Tenaga Kerja, Pertemuan Bipartit Pengusaha dan Buruh sebelum melibatkan Pemerintah, Memberikan Jaminan bagi buruh.

4. Tentang Daya Serap Pasar Kerja:

Megawati: Meningkatkan Kewirausahaan, dan Distribusi Tenaga Kerja ke daerah-daerah.

SBY: Meningkatkan peran Pemerintah Daerah sebagai fasilitator, Mendorong peningkatan keahlian dan ketrampilan TK, Bantuan permodalan dan fasilitas, dan Meningkatkan sinergi antara lembaga pendidikan, dunia usaha, dan Pemerintah sebagai fasilitator.

JK: Memaksimalkan sekolah kejuruan, Meningkatka semangat kewirausahaan, dan Bantuan kepada Pengusaha yang melibatkan pekerja-pekerja muda.

Silahkan ditanggapi dan berikan saran-saran yang positif untk kemajuan bangsa dan negara.

Debat Cawapres 23 Juni 2008: Lebih baik dari Debat Capres sebelumnya.

Debat Cawapres 23 Juni 2009

Debat Cawapres 23 Juni 2009

Debat Cawapares 2009-2014 diselenggarakan pada hari Selasa malam tanggal 23 Juni 2009 dengan moderator Komarudin Hidayat. Sepintas debat kali ini sudah lebih baik dan tidak monoton dibandingkan dengan Debat Capres pada minggu lalu. Kritik untuk Debat kali ini adalah lebih banyak pertanyaan dari Moderator dari pada follow-up jawaban para Capres untuk mengejar penjelasan atas jawaban-jawaban mereka. Bisa dicontoh cara mencecar jawaban para Capres dari Moderator acara Metro TV sdri. Najwa Shihab yang cepat, cerdas dan kritis. Kritik lainnya, terlalu panjangnya acara selingan iklan-iklan TV yang ditampilkan, sehingga mengurangi konsentrasi pemirsa.

Berikut ini adalah jawaban para Capres atas pertanyaan dari Moderator:

  • Pembangunan Jati Diri Bangsa/Pengikat Rasa Kebangsaan.

Prabowo: Betitik-tolak dari sejarah pembentukan bangsa melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928: Satu Nusa, Satu Bangsa dan Satu bahasa Indonesia. Namun beliau mengingatkan bahwa jati diri bangsa ini hanya akan terlihat besar bila rakyat bangsa ini hidup dalam kesejahteraan, bukan dalam kondisi 50%-nya dalam keadaan miskin dengan penghasilan kurang dari Rp 20.000,- per hari setelah 64-tahun mengenyam kemerdekaan dari para penjajah. Esensinya, kebijakan ekonomi yang keliru selama ini harus dirombak dengan kebijakan ekonomi yang berbasis kerakyatan untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, bukan membiarkan terkurasnya kekayaan Indonesia ke luar negeri. Dengan demikian Jati Diri Bangsa di kancah Internasional akan dapat ditegakkan, dan bukan hanya dengan cara indoktrinasi politik dan retorika pidato-pidato para pemimpin yang tidak memberikan kesejahteraan kepada rakyat Indonesia.

Boediono: Jati Diri Bangsa dapat ditingkatkan melalui 4 Pilar, yaitu membangun Pemerintahan yang bersih dan Anti Korupsi, meng-aktualisasikan kembali ideologi Pancasila, melanjutkan pembangunan Ekonomi bangsa, dan memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyat Indonesia. Melalui pemerintahan yang bersih, maka perekonomian Indonesia bisa dipebaiki, kesejahteraan dan rasa keadilan dapat diperoleh rakyat Indonesia.

Wiranto: Jati Diri Bangsa diturunkan dari UU Dasar 1945: “Bangunlah Jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya..” (sambil dinyanyikan oleh pak Wiranto).  Beliau sependapat dengan pak Prabowo, bahwa kebutuhan dasar Rakyat Indonesia harus terlebih dahulu dipenuhi untuk bisa menampilkan Jati Diri Bangsa Indonesia. Kondisi kemiskinan mayoritas Rakyat Indonesia setelah 64-tahun merdeka membuat Ibu Pertiwi menangis (lagunya dilantunkan oleh pak Wiranto). Jadi tugas Wapres 2009-2014 adalah membuat kondisi Rakyat Indonesia menjadi sejahtera agar Ibu Pertiwi tidak menangis lagi!

  • Mengatasi Kesenjangan Sosial

Boediono: Melanjutkan peningkatan dan perluasan kegiatan ekonomi bangsa, sehingga masyarakat dan Rakyat Indonesia bisa menikmati kemajuan Perekonomian Indonesia dan mengatasi kesenjangan sosial.

Wiranto: Memperbaiki kebijakan pada tiap Departemen Pemeritahan, memberikan contoh keteladanan Pimpinan dan meningkatkan pendidikan budi pekerti bangsa untuk memperbaiki perekonomian Bangsa dan mengatasi kesenjangan sosial.

Prabowo: Kebijakan Ekonomi Nasional yang telah diterapkan berpuluh tahun sampai dengan saat ini masih belum juga memberikan kesejahteraan bagi mayoritas Rakyat Indonesia golongan menengah kebawah, oleh karena itu perlu ada perubahan Kebijakan Ekonomi dan Strategi Jangka Panjang Indonesia agar kondisi ini dapat diperbaiki menuju kepada percepatan terjapainya Masyarakat Indonesia yang adil makmur dan sejahtera.

  • Menanggapi kasus-kasus kecelakaan didarat, laut dan udara:

Prabowo: Akar masalahnya adalah kesalahan sistemik yang harus segera diperbaiki, yaitu bocornya kekayaan negara ke luar negeri serta menurunnya kapasitas nasional karena kondisi keuangan negara yang sangat terbatas. Akibatnya masih banyak dipakai peralatan yang kuno, kurangnya suku cadang, dsb, sehingga menimbulkan kecelakaan pada angkutan umum dan militer di darat, laut dan udara.

Boediono: Masalahnya sangat kompleks. Kecelakaan adalah musibah dan penyebabnya banyak sekali. Diperlukan perbaikan infrastruktur, sistem pengawasan, dan pendidikan kepada masyarakat.

Wiranto:  Kalau kecelakaan itu terjadi hanya sekali saja, maka itu namanya musibah. Kalau terjadi kedua kalinya, maka ini adalah kelalaian. Sedang kalau terjadi kecelakaan tiga kali atau lebih, maka ini adalah akibat mengabaikan kondisi alat angkut dan manajemenya. Perlu dilaksanakan mekanisme “reward and punishment” dan menghidupkan gerakan Disiplin Nasional.

  • Hubungan Agama dan Negara:

Boediono: Agama itu sesuatu yang sakral dan diletakkan diatas negara. Negara memberikan ruang kebebasab beragama bagi warganya, melindungi pemeluk agama dan menjaga keharmonisan beragama.

Wiranto: Sepakat bahwa agama adalah sesuatu yang sakral. Oleh karena itu pakailah nilai-nilai agama untuk membangun etika hubungan antar manusia dan dalam berpolitik.

Prabowo: Sependapat bahwa agama adalah sesuatu yang sakral. Negara menjamin keamanan para pemeluk agama untuk melaksanakan ibadah mereka.

  • Mengatasi dampak Desentralisasi

Wiranto: Lakukanlah pendidikan jabatan melalui “tour of duty” dan rotasi lokasi tugas “tour of area” agar mereka berpola pikir nasional dan bukan regional atau lokal-sentris.

Prabowo: Kebutuhan dasar masyarakat hendaknya dicukupkan terlebih dahulu agar tidak terjadi upaya-upaya daerah untuk menggali Pendapatan Asli Daerah yang merugikan masyarakat dan bisnis nasional Indonesia.

Boediono: Pemerintah Pusat, daerah, dunia usaha dan masyarakat agar berkomunikasi dengan baik dan lancar. Hilangkan aturan-aturan daerah yang menhambat kelacaran bisnis.

  • Pendidikan Nasional

Prabowo:  Tingkatkan investasi pendidikan secara besar-besaran, perbaiki kurikulum, tingkatkan gaji guru, dan ubah Strategi Pendidikan. Satukan Departeme Pendidikan dan Kebudayaan sepereti masa lalu, karena erat kaitannya antara pendidikan bangsa dan budaya bangsa.

Boediono: Benahi strategi, substansi pendidikan, sistem pelaksanaannya, dan kebijakan Pemerintah. Buat keseimbangan antara akses pendidikan dan kualitasnya.

Wiranto: Berikan peluang yang sama dan adil bagi semua anak didik untuk mengenyam pendidikan. Pastikan adanya kesinambungan kebijakan Pemerintah, agar tidak terjadi ganti Menteri, maka ganti kebijakan.

Silahkan ditanggapi dan berikan pilihan Anda terhadap Cawapres yang paling tepat untuk memimpin Indonesia dibawah ini:

Siapakah Cawapres paling tepat untuk memimpin Indonesia 2009-2014?

View results

Pro-Kontra Pilpres Satu Putaran

Pilpres Satu Putaran telah lama didengungkan oleh para pendukung Pasangan Capres-Cawapres SBY-Boediono dengan berbagai argumentasi yaitu:

  1. Didukung oleh hasil berbagai jajak pendapat dan survey nasional.
  2. Menghemat biaya Pilpres sekitar Rp 4 Trilyun.
  3. Mempercepat proses pembentukan Kabinet Indonesia baru untuk melanjutkan pembangunan Indonesia.
  4. Program-program yang baik pada periode sebelumnya dapat dilanjutkan, sedangkan yang kurang diperbaiki.
  5. Tetap menjaga minat Investor Asing untuk berinvestasi di Indonesia.
  6. Menghindari gejolak di Pasar Modal Indonesia
  7. Minimal mempertahankan pertumbuhan Perekonomian Indonesia yang positif.

Sedangkan para penentang Pilpres Satu Putaran memberikan argumentasi sebagai berikut:

  1. Pilpres Satu Putaran tidak memberi waktu cukup untuk mengetahui Program Kerja Pasangan Alternatif yang mungkin jauh lebih baik bagi masa depan Indonesia.
  2. Belum ada Pasangan Capres-Cawapres yang mampu menjelaskan bagaimana menyelesaikan masalah Hutang LN dan DN yang terus meningkat dalam periode 5-tahun mendatang sebab terlalu singkatnya jadwal Pilpres Putaran I.
  3. Adanya Pilpres Putaran II memungkinkan Masyarakat menilai lebih jelas Program Kerja masing-masing Pasangan Capres-Cawapres, sehingga Capres-Cawapres yang memiliki Program Kerja yang terbaik bagi Indonesia yang akan terpilih.
  4. Belum terlihat adanya terobosan Kebijakan Ekonomi dan Politik yang baru untuk mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia diatas 7%.

Silahkan ditanggapi dan diberikan saran-saran yang positif bagi kemajuan Bangsa dan Negara Indonesia.

Berikan pendapat Anda melalui Polling Pendapat dibawah ini:

Berikan Pendapat Anda terhadap usul Pilpres Satu Putaran

View results

Surat Terbuka buat para Capres-Cawapres 2009-2014

Chris Komari

Chris Komari

Chris Komari adalah seorang Indonesia yang menetap di Amerika Serikat. Ia pernah menjabat sebagai Anggota Dewan Kota di City of Bay Point, California, USA pada tahun 2002. Dewasa ini Ia menjabat sebagai Anggota Project Area Committee di kota yang sama. Melihat perkembangan Demokrasi di Indonesia yang maju pesat, Ia tertarik untuk mendirikan organisasi politik “Future Indonesia” yang nantinya akan Ia kembangkan menjadi sebuah Partai Politik yang bernama “Partai Masa Depan Indonesia Mandiri” (Future Indonesia Independent Party).

Pada tahun 2005 Chris Komari terpilih sebagai Ketua Pengumpul Dana Tsunami untuk Indonesia di San Fransisco, USA, dan juga Ketua Hari Indonesia 2005. Dalam menyongsong Pilpres tanggal 8 Juli 2009 yang akan datang, pada tanggal 5 Juni 2009 Chris menulis sebuah Surat Terbuka buat ke-Tiga pasangan Capres-Cawapres 2009-2014 bilamana salah satu dari pasangan itu terpilih untuk memimpin Indonesia.

Surat terbuka itu berisikan pertanyaan-pertanyaan yang kritis yang perlu dijawab oleh para Capres-Cawapres agar masyarakat Pemilih tahu apa saja yang akan mereka kerjakan selama memimpin Indonesia dalam periode 5-tahun mendatang. Dari jawaban-jawaban yang akan diberikan oleh para Capres-Cawapres yang disertai oleh data-data dan angka-angka yang riil, logis dan rasional, Tim Kabinet yang akan mereka bentuk dan Program-program Kerjanya yang sesuai, maka diharapkan Masyarakat Indonesia akan tahu bahwa mereka telah memilih pasangan Capres-Cawapres yang paling tepat untuk memimpin Indonesia.

Berikut ini adalah Ringkasan Pertanyaan-pertanyaan bagi para pasangan Capres-Cwapres 2009-2014:

  1. Nasional budget (APBN) sendiri tiap tahunnya tidak pernah balanced dan malah deficit trillionan Rupiah. Bagaimana, kapan dan berapa lama Indonesia akan bisa melunasi hutang-hutang dalam dan luar negeri itu dan dari mana duitnya?
  2. Rencana dan program-pogram apa yang akan diusulkan dan di-implementasikan untuk memperbaiki nilai currency Rupiah yang telah merosot nilainya di banding US dollar selama waktu 30 tahun ini?
  3. Rencana dan program-program apa yang akan diusulkan dan di-implementasikan untuk mengurangi pengeluaraan pemerintah pusat yang selama ini telah memakan 77.88% dari total APBN? Sementara itu sisa dana APBN sebesar 32.67% dibagai-bagi ke 33 daerah di tingkat propinsi dan harus dibagi-bagi lagi ke bawah ke ribuan pemerintah di tingkat kota, kecamatan dan desa. Bukankah percentase pengeluaran itu harus sebaliknya
  4. Kalau terpilih menjadi President dan wakil President, rencana dan program-program apa yang akan diusulkan dan di-implementasikan untuk balance national budget (APBN) selama 5 tahun mendatang?
  5. Kalau terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, langkah-langkah apa yang akan diambil untuk merubah agar Executive, Legislative and Judicative Branch of Government tetap exist, co-equal dan co-interdependence?
  6. Kalau dipilih menjadi Presient dan Wakil Presiden, langkah-langkah apa yang akan diambil untuk merubah pemilihan Presiden and pemilihan anggota Legislative agar tidak money dan political party oriented, tetapi lebih mengarah ke issue and people oriented?
  7. Bila terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden, langkah-langkah apa yang akan diambil untuk menjamim kedaulatan tertinggi rakyat Indonesia ditegakan dan manjamim HAK rakyat Indonesia untuk mengetahui dan diberi tahu tentang hal-hal yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia bisa dijamin?
  8. Kalau dipilih menjadi Presiden dan wakil Presiden, rencana apa yang akan dilakukan dan di-implementasikan untuk mengatasi macetnya lalu lintas di jalan raya Jakarta dan banjir tahunan yang sering melanda kota metropolitan Jakarta dan sekitarnya?

Silahkan diteruskan kepada Tim Sukses para pasangan Capres-Cawapres untuk diberikan tanggapan yang lengkap dan jelas. Untuk membaca isi Surat Terbuka ini secara lengkap, silahkan KLIK DISINI.

Faisal Basri: Tentang Kebijakan Ekonomi yang baik bagi Indonesia

Faisal Basri

Faisal Basri

Faisal Basri adalah seorang Ekonom yang independen dan sudah sering kali memberikan masukan serta kritik-kritik kepada para pembuat kebijakan perekonomian Indonesia selama lebih dari sepuluh tahun. Ia memberikan kritik yang tajam demi perbaikan perekonomian Indonesia, dengan tanpa pamrih, sebab itu Ia sering menolak tawaran-tawaran berbagai jabatan ditempat-tempat yang basah atau empuk, sebab Ia takut akan mempengaruhi independensinya selaku kritikus Kebijakan Perekonmian Indonesia. Berikut ini adalah sebuah artikel menarik tentang pandangan beliau terhadap kebijakan perekonomian Indonesia.

Kaum intelektual dan politik kerap ditempatkan pada kutub yang selalu berhadapan. Intelektual yang merapat ke kubu politik selalu saja dikecam, seperti yang dialami Faisal Basri akhir-akhir ini. Tulisannya berjudul “Pak Boed yang Saya Kenal” yang tersebar lewat internet membuat Faisal menjadi bulan-bulanan. Dia dituding sangat membela Boediono, cawapres Susilo Bambang Yudhoyono, yang perspektif ekonominya selama di eksekutif sangat neoliberal.
Kepada Alfred Ginting, Adhiyanto, Teguh Nugroho dan Sari Handini, ekonom berambut tipis ini tenang-tenang saja menanggapi tudingan itu. Faisal menemui tim. Koran Jakarta di restoran Hotel Sultan, Senayan Jakarta, Kamis (21/5) lalu. “Saya mengajak ke sini bukan karena apa-apa. Nanti jam 5 saya diminta orasi di acara Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia di Gelora Bung Karno, tempat ini paling dekat,” kata dia. Dalam wawancara, tabiat Faisal tak pernah berubah dari 10 tahun lalu. Di tengah wawancara dia akan membuka komputer jinjingnya untuk menunjukkan data. Berikut petikan wawancaranya:

Saat ini semakin jelas ekonom siapa saja yang merapat ke calon presiden. Dan Anda disebutkan bergabung dalam tim ekonomi SBY-Boediono?
Saya bukan tim sukses, bukan tim apa-apa. Memang saya diminta tapi saya tidak mau.

Tapi Anda dekat dengan Boediono?
Saya memang kenal dengan Pak Boed (Boediono), masa’ bilang saya nggak kenal. Pak Boed bukan sahabat saya, dia jauh lebih tua. Tapi kalau dibilang seperti itu mau bagaimana lagi. Ini buktinya, SMS belum lama. (Faisal menunjukkan isi pesan pendek di ponselnya yang berasal dari anggota tim sukses SBY-Boediono)
“Bang saya berpikir menurut saya Bang Faisal harus masuk ke dalam tim inti Pak Boed. Karena saya lihat memang Pak Boed perlu dukungan orang-orang pihak bank…”
Jadi saya memang belum masuk dan saya tidak mau.

Tawaran datang darimana saja?
Macam-macam. Termasuk Rizal Malaranggeng telepon ke rumah, tidak pernah saya tanggapi. Kalau dihubungi ke ponsel tidak pernah saya angkat. Kalau saya ingin bisa telepon balik, tapi saya tidak mau. Karena apa? Kalau sudah dibujuk, saya orangnya lemah, susah menolak. Jadi saya tidak tanggapi. Bu Mega juga pernah meminta. Saya datang dua kali ke Mega Institute dan datang juga ke Rakornas PDI-P di Solo, saya sudah dibilang orang Mega. Ya sudahlah.

Tulisan Anda “Pak Boed yang saya Kenal” dinilai mendongkrak pencitraan Boediono saat dia tengah dituding karena perspektif ekonomi neoliberal?
Ceritanya itu, saya sedang di Singapura, 14 Mei. Pagi-pagi di stasiun MRT, saya buka berita (tudingan terhadap Boediono) lewat ponsel. Mau menangis saya, kok orang zalim sekali, terutama Mas Amien (Rais) yang mengatakan Pak Boed simbol neoliberal dan segala macam. Padahal saya tahu Pak Boed tidak seperti itu. Tapi saya kan tidak bisa berbuat apa-apa. Saya pikir, nanti di feri menuju Batam saya ingin menulis. Akhirnya setelah di Batam, saya menulis, 1,5 jam, dan kirim ke Kompasiana. Berangkat dari kesedihan saya saja karena seorang kawan diperlakukan begitu. Tidak adilnya kan Pak Boed diserang semua orang, dan tidak ada yang menulis tentang dia. Saya cuma menulis seprintil, dan saya sebut “sisi lain seorang Boediono.” Hanya sisi lain, tidak semuanya.

Kabar itu sangat kuat, dan Anda belum pernah membantah?
Ada yang menyebut saya pantas saja menulis seperti ini karena (saya) tim opininya Bara Hasibuan. Memang Bara teman dekat saya dulu di PAN. Sekarang ketemu saja tidak pernah. Jadi bagaimana lagi, sepertinya semua orang sudah dibingkai. Padahal saya menulis itu plong dari hati saya.

Banyak tawaran, kenapa Anda selalu menolak?
Salah satu ekonom yang saya kagumi Paul Krugman, pemenang hadiah Nobel 2008. Latar belakanganya sama dengan Lawrence Summers (menteri keuangan Amerika di era Bill Clinton). Summers selalu di birokrasi. Krugman tidak pernah bercita-cita jadi apa-apa, kecuali jadi akademisi dan dia bangga karena merasa lebih berguna di situ. Dia menulis rata-rata dua kali seminggu di New York Times, kolomnya ringkas, tapi membentuk opini yang lebih dahsyat daripada opini Summers. Saya memang tidak bisa meniru Krugman, karena saya bukan seorang Doktor, dan tidak pernah penelitian lagi. Dan selama ini kesannya saya dianggap Mr. No, No melulu.
Sejak zaman Pak Tanri Abeng jadi meneg BUMN, Sofyan Djalil telepon, “Faisal kamu jadi komisaris Angkasa Pura II dua ya.” Saya bilang, “saya pikir-pikir seminggu, Bang.” Seminggu kemudian dia telepon, saya bilang: “Maaf deh Bang saya nggak cocok jadi komisaris.” Bukan karena komisaris Angkasa Pura terlalu kecil. Bukan itulah intinya.
Waktu Ani (Menteri Keuangan Sri Mulyani) baru seminggu jadi menkeu, saya diundang sarapan ke rumahnya, ada Pak Darmin Nasution. “Bang Faisal jadi dirjen Bea Cukai ya,” katanya. Waktu itu saya ada alasan karena ingin ikut pencalonan gubernur DKI. Lalu dia mengundang lagi ke kantornya, “Bang jadi staf khusus saya ya,” kata dia. Saya bilang, saya di luar saja. Belum lama ini diminta lagi jadi komisaris oleh dirut PLN.
Tapi bukan berarti saya tidak masuk tim pemerintahan. Waktu jaman Gus Dur saya jadi Tim Asistensi Ekonomi Presiden. Tapi itu tidak ada gaji, SK (pengangkatan) saja tidak ada. (tertawa)

Selama ini Anda kritis tentang pencapaian ekonomi pemerintahan. Tulisan tentang Boediono itu menimbulkan nuansa yang sangat lain?
Ya, 24 April lalu saya menulis “Menakar Kinerja ‘SBY-JK.” Sampai waktu itu ada orang dari kubu SBY bilang, “Bang sebulan ke depan jangan keras-keras lah kritiknya!”
Sebetulnya yang saya tulis masih konsisten, tentang apa yang dicapai pemerintah itu stabilitas makro. Pak Boed ketika di kabinet Mega juga keberhasilannya stabilitas makro. Yang saya kritik adalah sektor riil yang tidak jalan. Siapa yang membuatnya tidak jalan? Menteri-menteri teknis. Fahmi Idris kemana saja? Menteri ESDM kemana?
Dalam menganalisa ekonomi, seperti dokter saja. Sebelum dokter tahu tentang kondisi tubuh kita yang diperiksa: detak jantung, tekanan darah dan suhu tubuh. Kalau tiga ini tidak beres, baru bisa ketemu apa yang sakit. Temperatur itu inflasi, detak jantung itu nilai tukar dan tekanan darah itu suku bunga. Tiga ini ukuran makronya. Dan sekarang memang semakin baik. Itulah kontribusi Pak Boed.
Inflasi Januari-April 0.05 persen, masa’ saya bilang makin buruk? Kan tidak mungkin. Tapi sektor riilnya tidak jalan, mengakibatkan pengangguran dan kemiskinan. Tapi saya juga harus klarifikasi, Pak Bud bukan tidak pernah membuat kesalahan kebijakan.

Kesalahan bagaimana?
Saya pernah sekali kritik Pak Boed, terbuka di koran. Waktu itu Menkeu menutupi beban pemerintahan dari surat utang yang diteken Bambang Subiyanto, SU 1-4 yang bunganya tinggi. Waktu memberi penjelasan tidak dicantumkan tentang bunga itu. Waktu itu saya rektor Perbanas. Ada kongres Perbana dibuka Bu Mega. Dia datangi saya, klarifikasi. Katanya saya salah pengertian. Tapi saya tahu dia menutup-nutupi.

Kenapa saat ini ‘perang dagang’ para capres adalah ekonomi, tidak ada lagi isu politik?
Yang agak unik Jusuf Kalla, karena dia menempatkan diri bukan sebagai orang pemerintah selama ini. Dia ingin membuat paradigma baru. Menurut saya positif-negatif dari kondisi sekarang ada kontribusi JK juga. Dia wapres bahkan dia yang mengelola ekonomi secara keseluruhan. Pertanyaannya, selama ini dia diberi hak berdasarkan perjanjian hitam di atas putih, sebagaimana yang diminta Prabowo ke Ibu Mega. Mirip posisi perdana menteri yang diminta Prabowo.
Ruwet politik kita kalau tidak ada etika. Tidak ikut fatsoen politik yang salah satunya kalau Anda atasan saya, Anda presiden dan saya wapres, Anda maju lagi, saya tidak akan maju lagi. Karena saya meyakini Anda lebih baik dari saya, maka saya mau jadi wakil Anda. Sekarang tiba-tiba saya bilang saya yang lebih baik, saya yang paling banyak kontribusi, saya yang jadi bumper. Di negara lain tidak ada seperti ini. Coba lihat (Abdullah) Badawi, kan dia menghormati Mahatir. Anwar Ibrahim coba lihat, jadi begitu. Di AS, Al Gore, dia mencalonkan presiden sebelum Clinton ada.
Akhirnya dia menjadi wapres Clinton dan kemudian dia tidak mencalonkan diri waktu Clinton calon presiden. Tunggu sampai Clinton selesai. Ini hebatnya Obama, kompetitor dia yang paling hebat siapa? Hillary. Hillary dia taruh di posisi menlu. Sehingga tunggu 4 tahun lagi, iris kuping saya kalau dia maju, tidak bakalan. Tidak mungkin Hilary menantang Obama lagi. Challenger itu harus orang baru, bukan bekas orang nomor dua, apalagi pembantu atau menteri.

SBY dulu menkopolkam di masa Mega?
SBY tidak melakukan fatsoen politik. Agum Gumelar juga begitu. Bedanya kalau yang lain minta izin ke Bu Mega, SBY tidak. Kalau saya menteri, saya tidak akan mencalonkan diri jadi presiden, kalau bos saya mencalonkan.

Anda geram sekali pada JK?
Sekarang keluar kata-kata yang paling membedakan JK dengan SBY adalah kemandirian. Kalau Ibu Mega pro ekonomi kerakyatan. Jadi dua pihak ini menempatkan diri sebagai antitesa dari yang sedang memerintah. Kalau penantang memang harus menunjukkan beda dari incumbent. Menawarkan sesuatu yang baru, yang memberi harapan. Seolah-olah pemerintahan SBY ini neolib dan terwakili pada sosok Pak Boed. Dan dilawanlah dengan jargon kemandirian-kerakyatan.
Nah pertanyaannya sekarang, apa itu neolib dan apa ekonomi kerakyatan. Tidak ada itu sistem ekonomi neolib, dia bukan mainstream dalam sistem ekonomi. Dia cabang dari liberalisme. Neolib muncul tahun 1970an karena dipandang sebagai bentuk liberalisme baru dengan karakteristiknya yang lebih ekspansif. Tidak ada negara di dunia ini yang murni bebas dari campur tangan negara. Amerika negara yang paling banyak campur tangan negaranya, pada bidang jaminan sosial, insentif pertanian, macam-macam. Lebih berat intervensi negara di AS daripada di Indonesia. Ujung tombak neolib yakni free trade dan free movement of capital. Negara-negara maju mengusung neolib karena mereka tidak bisa lagi kompetisi bikin ini bikin itu, upah buruh sudah mahal.
Jadi mereka mempertahankan hegemoni ekonominya dengan cara agar dunia membuka diri supaya mereka bisa bikin pabrik dimana-mana. Supaya lancar ekspansi mereka, syaratnya harus ada perdagangan bebas dan modal harus bebas gentayangan kemana-mana.
Lalu, ekonomi rakyat bukan sistem, tidak bisa dikontraskan dengan neolib. Ekonomi rakyat bisa diterapkan di sistem ekonomi apapun. Definisinya kebijakan ekonomi yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar rakyat. Secara maksimal diterapkan di negara komunis seperti Kuba, semua bisa gratis.

Jadi ekonomi rakyat tidak mengenal ideologi?
Ya, saya selalu membantah, karena perspektif itu diterapkan di negara liberal seperti Norwegia, Swedia, negara-negara Skandinavia dengan level yang lebih canggih kebutuhan dasar rakyatnya. Jadi ekonomi rakyat adalah orientasi dasar yang bisa diaplikasikan pada semua sistem ekonomi. Penerapan jargon ekonomi kerakyatan sekarang ini norak.

Negara Skandinavia menerapkan pajak pogresif yang begitu berat bagi orang kaya, sementara di Indonesia pajak masih menyenangkan kelompok kecil orang kaya?
Skandinavia memang gila, pada level pendapatan tertentu pajak bisa 70%. Tapi ada resikonya. Negara-negara bersistem welfare state sudah kolaps. Kalau tidak ada bencana dalam sistem ekonomi, baik-baik saja. Tapi ekonomi dunia kan fluktuatif. Pajak kan fungsi dari kegiatan ekonomi. Kalau kegiatan ekonomi nyungsep, pendapatan dasar negara ikut nyungsep. Padahal pelayanan dasar tidak bisa nyungesep tiba-tiba. Dana kesehatan dipangkas 50%, tidak mungkin. Pelayanan kesehatan harus jalan terus, padahal APBN jebol. Makanya ada reformasi di negara-negara Skandinavia. Di Jerman (Gerard) Schroeder kalah oleh Angela Merkel, karena reformasi sistem keuangannya tidak populer. Tidak bisa apa yang sudah dikasih ke rakyat diambil atau dikurangi, pasti tidak terpilih lagi. Itulah kelemahan welfare state. Jadi tidak ada yang sempurna di dunia ini.
Isme yang ekstrim, liberalisme atau komunisme itu hanya suatu model berpikir. Tidak ada kenyataan hidup yang murni komunis atau liberal. Ada indeks kebebasan dalam ekonomi, siapa paling tinggi? Bukan AS tapi Hongkong. Itulah wujud negara yang ekonominya paling bebas, tidak ada yang mengalahkan. Indonesia berada di tengah-tengah di antara 170 negara.

Bagaimana Anda melihat latar belakang SBY memilih Boediono yang teknokrat? Agar tidak mengulangi pengalaman perbenturan kepentingan politik?
Itu urusan Pak SBY, saya tidak tahu. Ini analisa saya. Dia memilih cawapres yang tidak punya ambisi untuk mencalonkan diri sebagai presiden. Karena keluarga Sarwo Edhie sedang menyiapkan untuk 2014. Siapa dia? Danjen Kopasus sekarang (Mayjend Pramono Edhie Wibowo). Masih bintang dua, tentu tidak disiapkan menjadi wapres. Dia yang sedang dipersiapkan ke depan. Mau apa lagi, di republik ini memang ada oligarki. (Sumber: Ega - Koran Jakarta edisi 24 Mei 2009)

B3I DALAM KABINET MIMPI

1. LATAR BELAKANG PEMIKIRAN

Bertitik tolak dari pemikiran Budaya Berbangsa dan Bernegara Indonesia “B3I”, maka dengan menyadari arti penting dari pemahaman “Konsepsi Budaya” dalam kehidupan sebagai penggerak dalam bersikap dan berperilaku diperlukan adanya pedoman yang kita yakini dan percayai dalam mewujudkan kebersamaan pola pikir untuk dilaksanakan.

Berdasarkan pengalaman kita dalam masa lalu dan masa kini, maka dalam kita menyambut masa depan bahwa dalam melaksanakan pembangunan telah ditunjukkan esensi manusia sangat menentukan dalam pembangunan.

Oleh karena itu, sebagai langkah awal perlu kita mempersiapkan diri untuk menyesuaikan dengan kebutuhan akan perubahan yang sejalan dengan apa-apa yang telah dituangkan dalam “B3I”. Kita meyakini bersama bahwa kebutuhan akan terbentuknya suatu “budaya yang kuat” akan memberikan arah persfektif dalam mencapai keadilan dan kemakmuran seperti yang di cita-citakan dalam pembukaan UUD 1945.

Jadi siapapun yang memimpin masa depan NKRI haruslah memiliki “Gaya Kepemimpinan” artinya ia memiliki komitmen untuk melaksanakan B3I sebagai pedoman untuk menggerakkan kekuatan berpikir dalam usaha mendekatkan diri kedalam wujud bersikap dan berperilaku demi kepentingan rakyat dari pada kepentingan individu dan kelompok.

Dengan demikian harapan untuk menyatukan proses berpikir kedalam “aktualisasi diri” dalam membangun “manusia seutuhnya” menjadi satu kewajiban dalam kabinet mimpi untuk dilaksanakannya B3I sebagai “kekuatan budaya” yang mampu menggerakan perubahan berpikir secara radikal untuk memenuhi kebutuhan akan perubahan dalam bersikap dan berperilaku.

Bila gaya kepmimpinan dapat memberikan keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara maka dengan budaya yang kuat akan menuntun setiap insan dalam usaha untuk menyesuaikan diri sebagai komitmen yang tumbuh dari kekuatan diri sendiri dalam usaha mewujudkan :
Kesadaran akan mengakui dan meyakini esensi keberadaan manusia sesuai dengan perannya memiliki hak dan kewajiban yang sama.
Kesadaran menjalankan peran untuk memenuhi kepentingan umum dari kepentingan Pribadi dan atau klompok.
Kesadaran membangun kebiasaan yang produktif kedalam manusia yang unggul dalam berperan.

More »

Translate to Your Language

Mari Gabung ke KumpulBlogger.Com

Beli Buku Online di:


Masukkan Code ini K1-61844B-1
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

 

July 2009
M T W T F S S
« Jun    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Weather Forecast for Jakarta

The WeatherPixie

Pages

Archives

Categories

Tags

Recent Comments

HIT COUNTER

IKLAN

Blog Catalog

Moderate Leaning Political Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Search Best Blog

Rate Our Blog

Popular Posts

Recent Comments

SHOUTBOX

Name :
Web URL :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x

Alexa

Technorati

Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com
Blog Advertising - Advertise on blogs with SponsoredReviews.com

RSS Feed Burner

Meta

Blogroll

Random

Foto Infotainment

Foto Infotainment

Foto Infotainment

Foto Infotainment

Foto Infotainment

Foto Infotainment

Foto Infotainment

Foto Infotainment

AdsenseCamp

POLL: Have you ever been
ripped off? YES / NO


Site Data and Value