Blog on Indonesian Presidential Election 2014-2019

Discussion Forum on Social, Economy and Politics; Forum Diskusi Sosial, Ekonomi dan Politik

Blog on Indonesian Presidential Election 2014-2019 RSS Feed
 
 
 
 

Ical bicara Soal CAPRES 2014 di Washington DC, AS

VIVAnews – Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden masih tiga tahun lagi, atau 2014. Namun, gemanya sudah sering muncul di sejumlah media. Bahkan, beberapa tokoh kerap disebut sebagai calonnya. Termasuk, Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie.

Bahkan, saat bertemu dengan sejumlah warga Indonesia di Kediaman Resmi Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, di Washington DC, Ical –panggilan akrabnya– dimintai pendapatnya mengenai kesediannya menjadi Capres pada 2014 mendatang.

Menutur Aburizal, saat ini, dirinya berkonsentrasi untuk memimpin Partai Golkar agar memberikan yang terbaik bagi masyarakat sekarang, dan tahun-tahun mendatang. “Jadi, belum memikirkan untuk Capres 2014,” ujarnya.

Namun, ia mengakui, dalam Rapat Pimpinan Nasional II Partai Golkar beberapa waktu lalu, sejumlah daerah memintanya agar Ketua Umum Partai Golkar maju sebagai Capres di 2014.

“Memang, daerah meminta agar menjadi Capres 2014.  Saya belum menjawab keinginan itu, sebab saya ingin membesarkan partai, dan mendorong kader Golkar secara aktif berkontribusi atas solusi masalah bangsa, termasuk di daerah,” tutur Aburizal.

Apalagi, Aburizal menambahkan, kita sedang mengalami situasi ekonomi dunia yang cukup mengkhawatirkan, dan pasti ada dampaknya bagi ekonomi Indonesia, dan rakyatnya. “Bagaimana agar masyarakat tidak terkena dampak parah, begitu juga ekonomi kita tetap survive, itu lebih penting buat saya dan Golkar,” kata dia.

Dia melanjutkan, kalau masyarakat merasakan manfaat atas kehadiran Golkar, diharapkan mereka akan mendukung partai saat pemilu 2014.  “Ini tantangan terbesar.  Memenangkan hati rakyat. Ini fokus saya,” tutur Aburizal.

Lagipula, kata Aburizal, baginya hal paling penting adalah mendapatkan restu dari keluarga, Ibu, Istri dan tiga anak serta tiga adik-adiknya. “Sampai sekarang, mereka belum memberikan lampu hijau. Jadi, saya mesti bekerja keras lagi,” ujarnya disambut tertawa para hadirin. (Laporan: Uni Z. Lubis, Washington DC, eh)

Patrialis Akbar: Hatta Rajasa Paling Cocok Jadi CAPRES PAN 2014

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menurut Mantan Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, sosok Ketua Umum (Ketum) DPP PAN, Hata Rajasa lah yang paling pantas untuk mencalonkan diri di pemilihan presiden (pilpres) 2014 mendatang.

“Dengan melihat dari kapasitas, pengalaman dan Insya Allah dukungan politik, pak Hatta cocok menjadi Capres dari PAN 2014 mendatang,” ujar Patrialis Akbar kepada Tribunnews.com usai menghadiri Silaturahmi Nasional PAN di JI Expo, PRJ Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (9/12/2011).

Menurut Patrialis, langkah yang diambil seluruh kader PAN baik dari pusat maupun daerah ini memang terkesan terburu-buru. Namun, semua ini memang dikehendaki seluruh kader mencalonkan Hatta Rajasa sebagai capres 2014 lantaran hanya sosoknya yang paing tepat dan tidak ada pilihan yang lain.

“Anggota maunya sepertia itu. Ini kan kemauan dari bawah. Dari kader PAN sendiri yang sudah sepakat mencalonkan pak Hatta sebagai calon presiden nanti,” ungkap Patrialis.

Hingga kini, belum ada pernyataan yang terlontar dari Hatta Rajasa sendiri terkait capres 2014 mendatang, namun dari kader PAN, bahkan dari Ketua Majelis Penghormatan Pusat (MPP) DPP PAN, Amien Rais sendiri sudah memberikan sinyal bahwa Hatta akan melaju mencalonkan dalam Pilpres 2014.

Lima Nama dalam Bursa Capres 2014 di awal 2011

JAKARTA, KOMPAS.com — Sejumlah nama mulai disebut-sebut akan maju dalam kontestasi Pemilihan Presiden 2014. Beberapa nama itu antara lain Ketua DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie dan istri Presiden SBY, Ani Yudhoyono.

Pengamat politik Sukardi Rinakit berpandangan, setidaknya ada lima nama, termasuk dua nama di atas yang dinilainya berpotensi maju sebagai calon presiden pada Pilpres 2014. Pasar bebas Pilpres 2014 memang membuka peluang bagi siapa saja untuk maju.

“Berdasarkan pengamatan saya dari magnitude dan tone di masyarakat, setidaknya ada lima nama yang masuk tone pertama, yaitu Sri Mulyani, Ical, Ani Yudhoyono, Mahfud MD, dan Prabowo Subiyanto,” kata Sukardi, Sabtu (8/1/2011) di Jakarta.

Namun, menurutnya, Sri Mulyani, meski berpeluang,  harus berjuang untuk mendapatkan dukungan partai politik. Mahfud MD, yang saat ini menjabat Ketua MK, juga harus melakukan hal yang sama. Meski mantan politisi PKB, ia harus kembali meraih dukungan partai jika ingin maju dalam Pilpres 2014. Di luar nama itu, calon lain yang juga dianggap Sukardi berpeluang adalah Anas Urbaningrum dan Djoko Suyanto.

“Tetapi, secara pribadi, saya berharap darah-darah muda akan maju pada tahun 2014. Mungkin dari nama-nama yang ada, Anas dan Puan bisa jadi calon muda yang akan diajukan,” kata Sukardi. (sumber: Kompas.com Jan 2011)

Sri Mulyani mendapat dukungan AS untuk jadi Capres 2014

INILAH.COM, Jakarta – Dugaan mengenai dukungan pihak Amerika Serikat (AS) terhadap mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk maju sebagai calon presiden 2014 semakin menguat dengan bocornya kawat Wikileaks.

Sri Mulyani diketahui sering memberikan informasi kepada Amerika Serikat. Sehingga ia dianggap telah berhasil menjalankan arahan dan kebijakan dari AS di Indonesia.

“Kita sudah mengerti kalau itu dilakukan sebagai menteri keuangan, sekarang dia (Sri Mulyani) Direktur IMF, itu merepresentasi kebijakan Amerika di Indonesia. Kenapa dia didorong AS untuk maju karena dia menganggap dia telah berhasil menjalankan itu,” ujar Wasekjen Partai Golkar, Nurul Arifin kepada INILAH.COM, Kamis (25/8/2011).

Nurul menjelaskan kebijakan yang diterapkan oleh Sri Mulyani selama menjabat Menteri Keuangan merupakan implementasi dari kebijakan Amerika untuk Indonesia. Sehingga kedepannya Indonesia bisa dikendalikan oleh Amerika.

Pemberian hutang dari IMF dinilai sebagai strategi pihak AS untuk memuluskan kebijakannya melalui Sri Mulyani di Indonesia. “Makanya utang kita engga pernah habis-habis,” imbuhnya.

Ia menambahkan Sri Mulyani menjalankan arahan pihak asing atau AS dalam kebijakan di Indonesia adalah kebijakan yang dikeluarkan oleh Sri Mulyani dalam menanggulangi perekonomian di Inonesia.

“Iya memang tentang kebijakan ada 3 kebijakan ekonomi yaitu deregulasi, privatisasi, liberalisasi yang dikeluarkan Sri Mulyani itu atas arahan Amerika,” ungkapnya.

Sebelumnya situs Wikileaks bocoran mengenai informasi yang diberikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Kepada Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Hill.

Disebutkan bahwa Sri Mulyani menyampaikan kepada Hill pada 3 Maret 2006 bahwa rakyat Indonesia tengah menantikan hasil yang lebih baik dari pemerintahan periode kedua Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Terutama dalam hal menciptakan pemerintahan yang lebih bertanggungjawab dan efisien.

Kepada Hill, Sri Mulyani menyampaikan bahwa sejumlah pemerintah daerah lebih suka menahan anggaran dari pada membelanjakannya untuk kepentingan masyarakat. Sri juga menyampaikan bahwa korupsi masih menjadi hambatan utama, terutama dalam upaya mereformasi pajak.

Sri Mulyani juga menyatakan pemerintahan SBY sudah berjalan lebih dari satu tahun dan rakyat tengah menantikan hasilnya. Sri mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi melambat akibat inflasi yang tinggi dan kenaikan harga BBM, namun tetap kuat. Ekonomi sudah stabil, namun pemerintah harus melangkah lebih jauh dengan reformasi struktural.

“Kami hidup dengan warisan korupsi yang menyakitkan,” kata Sri Mulyani kepada Hill. Sri juga menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan langkah-langkah untuk mencegah penyelewengan pajak.

[bar]

Dubes Saudi Bantah Minta Maaf pada Indonesia Terkait Ruyati

Jakarta – Kisruh pemancungan TKW Ruyatin bin Satubi memasuki babak baru. Kedubes Arab Saudi di Jakarta menyangkal statemen Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang menyatakan Dubes Saudi telah mengaku lalai dan meminta maaf.

Bantahan Kedubes Saudi itu berkaitan dengan pemberitaan koran pada 23 Juni yang melansir statemen Marty bahwa Dubes Saudi telah mengaku lalai dan meminta maaf soal Ruyati. Hal itu tertuang dalam siaran pers kepada The Jakarta Post. Siaran pers itu diawali dengan tulisan “Press Release” disertai stempel Kedutaan.

Berikut isi statemen tertulis itu selengkapnya:

“Press Release

Merujuk kepada berita yang dimuat oleh sebagian media massa Indonesia yang terbit pada hari ini 23 Juni 2011 dengan judul: Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa: ‘Pemerintah Arab Saudi Akui Lalai’.

Dalam kaitan ini, Kedutaan ingin menyampaikan penjelasan bahwa Yang Mulia Duta Besar Abdulrahman Muhammad Amien Al-Khayat, Duta Besar Kerajaan Saudi Arabia untuk Indonesia telah menemui Yang Mulia Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa, pada hari Rabu tanggal 22 Juni 2011 dalam rangka hubungan bilateral antara kedua negara.

Dalam kaitan ini Kedutaan menjelaskan secara tegas bahwa Yang Mulia Duta Besar tidak menyampaikan kepada Yang Mulia Menlu RI bahwa ia mengungkapkan permohonan maaf Kerajaan atas tidak memberitahukan pihak Kedutaan Republik Indonesia di Riyadh mengenai pelaksanaan eksekusi hukuman mati terhadap TKI/Ruyati.

Dan juga tidak disampaikan kepada Menlu RI bahwa Saudi Arabia lalai mengenai pelaksanaan eksekusi. Namun yang disampaikan adalah bahwa Duta Besar Saudi Arabia tentang kasus TKI/Ruyati tersebut dan akan menyampaikan surat tertulis Menlu RI yang ditujukan kepada Yang Mulia Pangeran Saud Al-Faisal, Menteri Luar Negeri Saudi.

Kedutaan Besar Saudi Arabia mengharapkan bantuan media massa di Indonesia agar dapat kiranya menyiarkan penjelasan tersebut.”

Pada Rabu (22/6), Marty menegaskan Arab Saudi telah mengakui kelalaiannya dan meminta maaf atas eksekusi Ruyati.

“Mereka menyampaikan penyesalannya mengenai perkembangan ini kepada kami tadi. Beliau menyampaikan bahwa intinya mereka lalai karena tidak menyampaikan kepada kita, seharusnya disampaikan,” kata Marty.

Pernyataan itu disampaikan Marty saat ditanya soal hasil pertemuaannya dengan Dubes Arab Saudi yang digelar pada hari yang sama. Marty menyerahkan surat untuk Menlu Saudi kepada Dubes Saudi.

Pada hari Senin (20/6), Dubes Saudi juga dipanggil Kemlu untuk menerima nota protes Indonesia.

(ken/nrl) (detik.com)

Presiden Barack Obama rencanakan Tarik Mundur Tentara AS dari Afghanistan

Presiden AS Barack Obama yang mendapatkan warisan pengiriman besar-besaran Tentara AS di Afghanistan dari pendahulunya George W. Bush akan menarik 5.000 tentara AS pada bulan Juli 2011 dan 5.000 lagi pada akhir Desember 2011.  Pada akhir tahun 2012 akan ditarik lagi 23.000 tentara AS. Ini beliau lakukan setelah berhasil membunuh pemimpin Al Qaeda Osama bin Laden sekitar 2-bulan yang lalu, dan diyakini bahwa pemimpin Al Qaeda yang setara Osama bin Laden tidak akan muncul dalam jangka waktu yang panjang.

Namun secara militer rencana ini kurang mendapat persetujuan Komandan Tentara AS di Afghanistan, Jendral David Petraeus, sebab menurutnya penarikan lebih cepat ini akan bisa membuat gerilyawan Afghanistan membangun kekuatannya kembali.

Berita rencana penarikan tentara AS dari Afghanistan ini mendapat sambutan positif dari para sekutu AS yang juga merencanakan untuk menarik tentara mereka dari SAfghanistan secara bertahap.

Menurut Obama, penarikan total akan selesai pada akhir tahun 2014, dan setelah itu peran tentara AS akan menjadi pendukung saja, dan bukan sebagai tentara kombatan di medan tempur Afghanistan.

Streaming Video rencana Presiden Obama untuk menarik tentaranya dari Afghanistan dapat dilihat melalui link dibawah ini:

Penarikan Tentara AS dari Afghanistan

UN (Ujian Nasional) masihkan perlukah dilanjutkan?

Alif siswa cerdas SDN Gadel-2

Alif siswa cerdas SDN Gadel-2

Alif siswa cerdas dari SDN Gadel 2 yang mengaku disuruh gurunya untuk memberikan contekan kepada kawan-kawannya, dinyatakan lulus UN dengan nilai tertinggi. Ia telah mendapatkan hadiah sebuah Laptop dan berencana untuk meneruskan sekolahnya di SMP 3 Surabaya. Ia juga merasa gembira kalau kawan-kawannya juga lulus UN.

Kasus contek massal di SDB Gadel 2 oleh Mendiknas Bapak M Nuh telah dianggap selesai, setelah beliau turun tangan langsung dan mendamaikan Ny. Siami ibu dari Alif dengan tetangganya. Walaupun pada kenyataannya telah terjadi organized crime atau rencana untuk melakukan contek massal termasuk plan A dan plan B (contingency plan)

Beberapa saat setelah kasus contek massal SDN Gadel 2 muncul, di SDN 06 Pesanggrahan Tangerang terjadi pula pelaporan contek massal oleh putra Ibu Irma Lubis yang disiarkan oleh TV-One hari sabtu, 18 Juni 2011. Namun untuk meng-antisipasi protes masyarakat disekitarnya, Ibu Irma Lubis telah menghubungi Komisi Perlindunga Anak Indonesia (KPAI) untuk meminta perlindungan bagi anaknya.

Beruntung kasus pelaporan contek massal UN di SDN06 Pesanggrahan ini tidak menjadi heboh seperti di SDN Gadel 2 Surabaya itu.

Namun demikian, kita perlu mempetimbangkan kembali apakah sistem Ujian Nasional itu akan diteruskan ataukah dihentikan saja, mengingat dampak UN ini bagi kelancaran Pendidikan Nasional. Kita telah menyaksikan betapa besar sumber-sumber daya nasional yang telah dicurahkan untuk menyelenggarakan UN ini, seperti:

  • Pengerahan ribuan petugas kepolisian untuk menghindari kecurangan dalam penyelenggaraan UN
  • Puluhan kasus-kasus keurangan oleh para guru yang berupaya agar di sekolah mereka menghasilkan tingkat kelulusan yang tinggi
  • Keresahan paar orangtua murid saat menjelang UN yang khawatir anaknya tidak lulus, walaupun prestasi sehari-hari anak mereka disekolah cukup baik atau menonjol
  • Besarnya biaya UN termasuk honor-honor Panitia Penyelenggaranya

Mengapa hal-hal tersebut diatas bisa terjadi dan menyedot begitu besar sumber-sumber daya bangsa Indonesia? Padahal sebenarnya Proyek UN itu pada awalnya hanyalah sebuah proyek untuk meng-evaluasi mutu pendidikan di berbagai wilayah Indonesia melalui sampling beberapa sekolah saja di tiap wilayah. Oleh karena itu caranya adalah dengan melakukan ujian beberapa sample mata pelajaran dan dengan menggunakan cara “Multiple Choice”. Proyek Ujian UN ini awalnay tidak dipakai untuk menentukan lulus-tidaknya siswa di akhir sekolah mereka.

Namun dengan diberlakukannya UN sebagai penentu lulus tidaknya siswa yang selama belajar 3-tahun disekolahnya, melalaui sampling beberapa matapelajaran saja, membuat para orangtua murid cemas, sebab sampling ujian tetap saja sebagai sampling, dan tidak seharusnya sebagai penentu lulus-tidaknya siswa yang belajar selama 3-tahun. Bisa saja siswa keliru dala menterjemahkan pertanyaan multiple choice itu dan mencoreng pilihan yang keliru. Sudah banyak kasus yang menunjukkan bahwa siswa yang dikenal cerdas disekolahnya, ternyata gagal dalam ujian UN.

Jadi saran kita, UN dihapus saja, dan penentuan lulus-tidaknya seseorang siswa dari prestasi selama ia belajar 3-tahun disekolahnya, dari hasil-hasil ujian semesteran di sekolahnya. Ini akan sangat menghemat biaya penyelenggaraan ujian, dan anggaran UN yang jumlahnya cukup besar (dalam angka Trilyunan rupiah?) dapat dipakai untuk meningkatkan mutu guru-guru pengajar di tiap sekolah, dan untuk menambah penghasilan mereka. Ini juga akan menghindari kecemasan orangtua murid, sebab hasilnya sudah dapat diramalkan sebelumnya.

Silahkan ditanggapi.

Australia memanfaatkan Perbedaan Budaya (Cara) Pemotongan Sapi untuk Hentikan Ekspor Sapi Anakan

Heboh Video Pemotongan Sapi di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Indonesia akhirnya berujung ke Penghentian Pengiriman Sapi Anakan yang akan dibesarkan di Indonesia, dalam waktu 2-minggu sejak penayangan Video itu.

Ternyata permasalahan utama sebagai alasan pihak Australia untuk menghentikan ekspor sapi anakan ke Indonesia itu sebenarnya adalah karena beda Budaya atau Cara atau Standar dalam mematikan hewan-hewan itu. Kalau menurut Standar di Australia, maka hewan itu harus dimatikan dalam tempo kurang dari 1-menit (20-50 detik), yaitu dengan cara menghantam kepala sapi itu dengan martil besar sampai remuk. Untuk mematikan ayam dengan cepat, maka standar yang mereka pakai adalah tidak dengan memotong leher ayam seperti di Indonesia, tetapi dengan memutar kepala ayam itu sampai lehernya putus! Dan menurut mereka, ini adalah cara yang ber-perikehewanan (perikemanusiaan?), karena hewan itu dibuat mati dengan cepat, sehingga hanya merasa sakit dalam waktu singkat.

Sedangkan aturan pemotongan hewan di Indonesia adalah dengan mengucapkan “Bismillah” sebelum memotong leher sapi. Waktu sampai matinya sapi itu tergantung dari tajamnya pisau dan gesitnya si penjagal sapi, bisa 1-menit sampai 5-menit. Namun yang paling penting bagi masyarakat Indonesia, sapi itu dipotong dengan terlebih dahulu mengucapkan “Bismillah”. Kalau sipenjagal sapi tidak mengucapkan “Bismillah”, maka daging sapi itu haram untuk dimakan, menurut aturan agama Islam.

Jadi Australia ngotot bahwa sapi harus mati dalam waktu kurang dari 1-menit demi peri-kebinatangan (sayang binatang), sedangkan pihak Indonesia, soal lamanya sapi itu sampai mati bukan menjadi masalah, asalkan sapi-sapi dipotong dengan sebelumnya mengucapkan “Bismilah”, kalau tidak, maka daging sapi-sapi itu haram untuk dimakan.

Australia mengetahui dengan jelas dan mengakui tatacara pemotongan hewan menurut aturan ummat Islam sejak puluhan tahun yang lalu, sebab di Australia juga banyak ummat Islam yang berasal dari Pakistan, India, Turki, Timur-Tengah dan Eropa Timur. Ini pengalaman saya sewaktu belajar di Australia, dimana bila kita ingin membeli daging sapi yang dipotong mengikuti ajaran Agama Islam, maka pilihlah daging yang dicat warna hijau, sedangkan daging hewan yang dipotong tanpa mengikuti aturan agama Islam, maka daging itu dicat warna merah.

Mengapa mereka bisa memberikan warna daging dengan hijau atau merah? Ini karena sipemotong hewan itu dipastikan beragama Islam, dan sekitar 40-tahun yang lalu, mereka adalah warga negara Australia keturunan Pakistan yang profesinya memotong hewan. Namun apakah tradisi ini sekarang masih diberlakukan di Australia atau sudah tidak lagi diberlakukan, bisa ditanya ke anak-anak Indonesia yang saat ini belajar di Australia.

Kalau kita memakai logika, maka apakah hewan itu mati cepat (cara Australia) atau lambat (cara Indonesia, dengan mengucapkan “Bismillah”), keduanya dilihat dari sudut pandang peri-kehewanan adalah kejam. Kalau memang sayang kepada binatang, maka seharusnya orang Australia harus membiarkan sapi-sapi itu terus hidup, sampai mati sendiri secara alamiah karena sakit atau karena mati tua, dan barulah mereka disembelih dan dimakan.

Jadi kesimpulannya, pihak Australia sudah menetahui lama sekali soal perbedaan budaya atau cara pemotongan hewan versi Australia dan versi Indonesia yang Islami (yang juga dipraktekkan di Australia), namun mengapa mereka harus menghentikan ekspor sapi anakan ke Indonesia setelah ada tayangan Video Pemotongan Sapi Indonesia di TV ABC?

Pasti pihak Australia sudah punya rencana lama untuk menghentikan ekspor sapi anakan ex Australia, sebab secara ekonomis cara ini kurang menguntngkan dibandingkan dengan meng-ekspor daging beku yang nilai jualnya jauh lebih mahal serta menguntungkan Australia. Juga dikhawatirkan bila cukup banyak sapi anakan Australia di ekspor ke Indonesia, maka Indonesia bisa membangun Industri Peternakan sapi nasional, sehingga tidak perlu lagi impor daging sapi beku dari Australia. Penayangan video itu hanyalah pemicu atau akal-akalan pihak Australia agar dapat menghentikan ekspor sapi anakan ke Indonesia!

Sekarang tinggal keinginan baik dari Pemerintah/Kementrian Pertanian (Kehewanan?) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia, apakah masih ingin menjalin hubungan dagang (sapi) antar kedua negara itu, atau membiarkan penghentian ekspor sapi anakan ke Indonesia.

Pihak Indonesia, kalau berani, bisa saja menuntut pembuat video pemotongan sapi yang menghebohkan itu dengan UU ITE pasal 27 tentang pencemaran nama baik bangsa dan negara Indonesia, sebab kita tidak melakukan kekejaman dalam memotong sapi-sapi itu, melainkan itu sudah menjadi budaya atau tatacara menurut agama Islam. Kalau ada penyiksaan oleh penjagal tertentu, ini bisa jadi sebuah rekayasa untuk menghentikan ekspor sapi anakan ke Indonesia yang memang sudah diprogramkan oleh Australia demi keuntungan dagang yang lebih besar.

Kita tunggu langkah-langkah kongkrit Pemerintah  untuk membela kepentingan Nasional Bangsa dan Negara Indonesia yang kita cintai.

Kekuatan Pro-Demokrasi melanda Dunia Arab: Setelah Tunisia dan Mesir, maka berikutnya Libya, Algeria, Syria, Saudi Arabia, Jordania dan Yemen

Era Kebebasab di Mesir

Era Kebebasan di Mesir

Gerakan Pro-Demokrasi pertama melanda Tunisia secara tiba-tiba, dipicu oleh kondisi perekonomian dan kebebasan yang serba dikekang oleh Pemerintahan Otoriter Presiden Zine el-Abidine Ben Ali, yang dengan cepat menyerah kepada kekuatan demokrasi dan meninggalkan negerinya.

Dalam waktu satu minggu, gerakan Pro-Demokrasi merambah ke Mesir yang dipicu oleh masalah yang sama, yaitu kurangnya kesejahteraan rakyat, tingginya jumlah anak-anak muda yang menganggur, serta kebebasan berbicara yang sudah puluhan tahun dikekang oleh Pemerintahan otoriter Presiden Hosni Mubarak yang berkuasa selama 30-tahun.

Resistensi dari Rezim Mubarak sangat kuat, mulai dari para polisi anti huru-hara yang bertindak kasar, para anggota keamanan dan pendukung Mubarak yang menyerang para Demonstran yang tak bersenjata, dan akhirnya retorika pidato Mubarak yang bertujuan untuk memecah-belah oposisi dan mengulur-ulur waktu agar tetap dapat berkuasa.

Setelah demonstrasi besar-besaran berjalan 18-hari diseluruh kota-kota besar Mesir dan kegigiah para demonstran untuk bertahan di Lapangan Tahrir, dan ancaman pengepungan Istana Presiden, maka akhirnya Presiden Mubarak menyerah terhadap tuntutan utama para demonstran, yaitu menyerahkan kekuasaannya ke Dewan Tertinggi AB Mesir.

Saat ini Mesir dipimpin oleh Dewan Tertinggi AB Mesir, yang para pimpinannya adalah orang-orang yang sangat setia kepada Mubarak. Oleh karena itu para pendukung Gerakan Pro-Demokrasi harus tetap awas dan waspada, jangan sampai janji-janji untuk perubahan konstitusi, pencabutan UU Darurat Keamanan, dan penyelenggaraan Pemilu tidak ditepati oleh dewan. Gerakan ProDemokrasi yang didukung oleh masyarakat Dunia akan terus mengawasi langkah-langkah nyata dari Dewan Tertinggi AB Mesir itu, agar mereka tidak ingkar janji.

Revolusi di Mesir itu yang didorong oleh Gerakan Pro-Demokrasi sekarang memberikan inspirasi kepada negara-negara tetangganya yang masih dalam cengkeraman Pemerintahan Otoriter, yaitu Libya, Algeria, Siria, Arab Saudi, Yordania dan Yemen. Rakyat di kota-kota besar Timur Tengah ikut merayakan kemenangan Gerakan Pro-Demokrasi Mesir ini secara meriah. Mereka akan mulai berfikir dan merencanakan gerakan Pro-Demokrasi di negeri mereka masing, tinggal tunggu saatnya yang tepat untuk dimulai. Gerakan ini dimudahkan oleh lancarnya jaringan Internet, yang sukses dimanfaatkan oleh para pemuda-pemudi Mesir pendukung utama Gerakan Pro-Demokrasi.

Kita tunggu saja tanggal mainnya…..

Mesir Baru: Perlunya menyeimbangkan Prinsip2 HAM dan Kepentingan AS di Mesir

Dengan setiap langkah dari krisis di Mesir, Presiden AS Barack Obama telah berhati-hati dalam komentarnya, berjalan garis tipis antara berada di sisi kanan sejarah dan tidak muncul untuk mendikte hasilnya. Dalam komentarnya setelah Mubarak mundur, Obama menegaskan pesan bahwa masa depan Mesir akan ditentukan oleh orang Mesir. ”Dengan mengundurkan diri, Presiden Mubarak menanggapi keinginan rakyat Mesir untuk perubahan Tapi ini bukan akhir dari transisi Mesir.. Ini awal,” kata Presiden.

Tetapi meskipun komentarnya pada hari Jumat, seluruh krisis, Obama meninggalkan dirinya terbuka terhadap tuduhan bahwa pemerintahannya telah tidak konsisten dalam pendekatannya.

Dua hari setelah protes pertama di Kairo, wakil presiden Joe Biden mengatakan ia tidak akan merujuk kepada Mubarak sebagai diktator.Kemudian Barack Obama mengambil alih wajah publik respon pemerintah terhadap krisis, membuat komentar sering dan tidak meninggalkan pesan untuk tim kebijakan luar negerinya.

Seminggu setelah demonstrasi dimulai, Obama keluar untuk mengatakan bahwa “sebuah transisi yang tertib harus bermakna, harus damai, dan harus dimulai dari sekarang.” Tetapi administrasi pemerintahan tidak pernah mengatakan Mubarak harus mengundurkan diri dan pada satu titik mengindikasikan bahwa mereka akan mendukung dia tinggal sampai September.

Untuk semua pidato Obama dan pernyataan, tidak jelas bahwa pemerintah memiliki banyak ide tentang apa yang sedang terjadi di Kairo. Ketika dunia menyaksikan pengumuman bahwa Mubarak telah lengser, Obama sedang rapat. Dia diberi catatan dengan berita itu. Kemudian ia melihat beberapa reaksi di Kairo di TV (walaupun bukan pada Al Jazeera berbahasa Inggris).

Menurut Menteri Pertahanan Robert Gibbs, pemerintah terlihat bingung seperti bagian lain dunia pada hari Kamis dengan rumor bahwa Mubarak telah siap untuk pergi. Gibbs mengatakan pada jumpa pers hari Jumat: “Kontak yang sama yang kita miliki di Mesir adalah beberapa kontak yang sama bahwa banyak dari Anda semua harus yang tampaknya memberitahu semua orang bahwa pidato yang berbeda mungkin apa yang kita bisa mendengar.” Rupanya pemerintah Amerika Serikat tidak memiliki intelijen lebih baik dari media.

Gedung Putih telah menghabiskan 18 hari terakhir mencoba menyelaraskan prinsip HAM AS dengan kepentingan AS di kawasan itu. Pejabat sering tampak cepat untuk memberikan pendapat. Setiap kali tuduhan inkonsistensi disebutkan, administrasi mengingatkan kita pada pidato Obama di Kairo pada tahun 2009 yang mengedepankan demokrasi dan modernitas.Menlu Hillary Clinton beberapa minggu lalu di Doha menyatakan mendukung pembangunan masyarakat sipil di seluruh dunia Arab. Tetapi meskipun retorika, pemerintahan Obama memotong dana untuk pengembangan masyarakat sipil di Mesir pada tahun 2009.

Realisasi dari keinginan rakyat Mesir adalah saat yang seharusnya lebih presiden untuk Obama. Dia membuat pidato atau mengeluarkan pernyataan dengan setiap pelintir dan putar dalam proses. Dia tidak membiarkan tim kebijakan luar negerinya memimpin sehingga ketika ada nuansa, itu tampak seperti waffling dari Presiden. Kemudian ketika Mubarak mundur dan Obama memiliki kesempatan untuk membuat pernyataan inspirasi, pidato yang disampaikan terdengar sangat mirip dengan apa yang kita sudah dengar. Dan itu tidak sesuai perannya sebagai pemimpin dunia selama krisis.

Bahkan referensi dalam pidato kepada cita-cita dibunuh pemimpin hak-hak sipil Martin Luther King, Jr tidak cukup. Obama mengatakan: “Mesir telah menginspirasi kita … itu adalah kekuatan moral antikekerasan – tidak terorisme, tidak membunuh mindless – tetapi tanpa kekerasan, kekuatan moral yang membengkokkan busur sejarah terhadap keadilan sekali lagi.”

Sekarang persimpangan antara prinsip-prinsip dan kepentingan telah bergerak di luar urgensi sengit sekarang. Pemerintahan Obama harus berkumpul kembali dan muncul dengan kebijakan baru terhadap Mesir sebagai kedua negara bangun pada hari Sabtu dengan satu set baru tantangan.

Translate to Your Language

 

January 2012
M T W T F S S
« Dec    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Read me from Your Mobile Phone

Pages

Archives

Categories

HIT COUNTER

Blog Catalog

Moderate Leaning Political Blogs - BlogCatalog Blog Directory

Search Best Blog

Sitemeter

Rate Our Blog

Google Tracking

Amazon.com

Dapat DUIT $$ sebagai GAME TESTER

Adsense Camp

Kindle

Login

Blogroll

Comments

My Page Rank

Ads by ClickBank


Site Data and Value

Yahoo Messenger

Tags

Aburizal Bakrie Add new tag Ahmedinejad Amanah A nation of coolies and a coolie among nations Andaryoko alias Supriyadi Ani Yudhoyono Ario Penangsang Astabrata Barack Obama Barrack Obama vs Hilary Clinton Berita Video Capres dan Cawapres 2009-2014 Deklarasi SBY-BerBudi Faisal Basri Fatonah Forum Informasi dan Diskusi Gajah Mada Gengis Khan George Bush Hang Tuah Harun Al Rasyid Hayam Wuruk Keberpihakan kepada Rakyat Ken Arok Kepemimpian bagi Indonesia Modern Kepemimpinan Krisis Multidimensi Kutukan Bangsa Kuli Lehman Brothers Mahabarata Mahatma Gandhi Mubarak dituntut mundur Pembasmian Terorisme Penggalangan Dana via Internet Pidato Obama Pola Hidup Sederhana Presiden Mesir Hosni Mubarak Siapa Satria/Srikandi Peningit? Sidik Soft Power Surya Paloh Tablig Tipe Pemimpin yang Tepat bagi Indonesia Visi-Misi-Sasaran-Program Kerja jadi kunci sukses Capres-Cawapres

Technorati

Polling: Berapakah HP Anda?

FeedJit

Obama-McCaine Dance

Get the Flash Player to see the wordTube Media Player.